DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim) terus melakukan perbaikan struktur pengamanan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh instansi pemerintah, baik kabupaten maupun kecamatan, mendapatkan dukungan pengamanan yang proporsional.
Kepala Satpol PP Kutim, Fatah Hidayat, menyampaikan bahwa restrukturisasi pengamanan dilakukan setelah melihat ketimpangan jumlah personel dibanding kebutuhan ideal. Dari kebutuhan 600–800 orang, personel yang tersedia masih jauh lebih kecil.
“Kami menyesuaikan struktur pengamanan agar layanan publik tetap berjalan meski jumlah personel belum ideal,” ujar Fatah.
Langkah perbaikan dilakukan melalui distribusi ulang personel, penentuan skala prioritas, serta pemaksimalan peran outsourcing dalam tugas pendukung. Penempatan pegawai juga mengutamakan kecamatan dengan aktivitas tinggi.
Prioritas rekrutmen tetap diberikan kepada warga ber-KTP setempat untuk meminimalkan izin pulang dan memastikan ketersediaan personel setiap saat. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjamin kelancaran pengawasan.
“KTP lokal menjadi prioritas karena kami butuh personel yang selalu siap di tempat,” jelasnya.
Selain itu, Satpol PP memperkuat prosedur pengawasan terhadap instansi vertikal yang memerlukan petugas perempuan demi memenuhi kebutuhan pemeriksaan dan proses hukum tertentu.
Perbaikan struktur pengamanan diharapkan dapat meningkatkan stabilitas layanan publik, khususnya dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengakses pelayanan pemerintahan.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis kualitas pengamanan dapat terus meningkat meski jumlah personel masih terbatas. (ADV)







