379

Sekolah Lansia di Sangatta Utara, Model Pemberdayaan Warga Senior Berbasis Komunitas

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Warga lanjut usia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bakal punya ruang belajar baru. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim tengah mematangkan program Sekolah Lansia yang akan mulai dijalankan pada 2026, dengan Kecamatan Sangatta Utara sebagai lokasi perintis.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Sidaya (Lansia Berdaya), sebuah inisiatif nasional yang mendorong lanjut usia tetap aktif dan produktif. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menuturkan Sekolah Lansia akan berjalan selama satu tahun dengan rangkaian kegiatan terstruktur, lalu ditutup dengan wisuda bagi para peserta.

“Di Sekolah Lansia, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan, mengikuti senam lansia, mendapatkan pelatihan keterampilan, serta edukasi bagi orang dewasa. Tujuan akhirnya, para lansia tetap berdaya, sehat, dan bisa berkontribusi di masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjalankan program ini, DPPKB menggandeng Dinas Pendidikan Kutim dengan memanfaatkan satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Skema tersebut sejalan dengan program Jemput Bola Pendidikan Nonformal yang menjadi salah satu agenda unggulan Bupati Kutim.

Junaidi menambahkan, Sekolah Lansia hanya satu dari beberapa program baru DPPKB pada 2026. Pihaknya juga menyiapkan AKSIS (Akademik, Kolaborasi, Penanganan Kemiskinan dan Stunting), sebuah kelas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan 30 peserta per angkatan dari berbagai OPD di bawah Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Kelas AKSIS akan didampingi Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan berfokus membedah data serta menyelaraskan program penanganan stunting dan kemiskinan. DPPKB mengandalkan data BINA Bangga Kencana BKKBN dan data keluarga berisiko stunting dari aplikasi Siga Mobile dengan fitur Elsimil (Siap Nikah dan Hamil).

“Data itu sangat rinci, memuat informasi tentang rumah layak huni, akses air bersih, kebutuhan toilet, hingga penggunaan alat kontrasepsi. Sehingga intervensi yang kita rancang benar-benar menjawab kebutuhan keluarga,” ujar Junaidi. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post