DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Ribuan warga Kutai Timur memadati titik-titik penjualan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Kutim. Dalam hitungan jam, 2,1 ton beras SPHP Bulog ludes terjual. Program ini menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan GPM dilaksanakan di empat lokasi berbeda: Desa Swarga Bara, Singa Gembara, Polder Ilham Maulana, dan Gang Srikandi Sangatta Utara. Harga yang ditawarkan, Rp 65.000 per karung berisi 5 kg, membuat masyarakat berbondong-bondong datang sejak pagi.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam mendukung program stabilisasi pangan nasional. “Kami ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok utama, terutama beras,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi upaya Polres dalam menekan dampak inflasi lokal akibat kenaikan harga bahan pokok di pasaran. “Kami melihat antusiasme luar biasa. Ini artinya program semacam ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Di lapangan, suasana ramai namun tertib. Polisi bersama perangkat desa mengatur antrean agar warga bisa berbelanja dengan nyaman. Salah satu warga, Rita Wulandari, mengaku senang bisa membeli beras dengan harga lebih murah. “Selisihnya lumayan, bisa buat kebutuhan dapur lain,” ucapnya.
GPM yang diinisiasi Polres Kutim ini sekaligus menjadi bentuk pendekatan sosial antara aparat dan masyarakat. Selain menjual beras, aparat juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga stok pangan keluarga serta menghindari aksi borong berlebihan.
Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin, terutama menjelang hari besar atau musim paceklik, ketika harga pangan biasanya melonjak tajam. Melalui GPM, Polres Kutim membuktikan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. (adv/prokopimkutim/jn)







