DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi mekanisme penyaluran Beasiswa Kukar Idaman. Penegasan itu disampaikan Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, saat menemui massa mahasiswa yang menggelar aksi pada Selasa (18/11/2025).
Taufik menekankan bahwa Pemkab Kukar tidak menutup ruang dialog dengan mahasiswa. Kritik dan masukan tetap diterima sebagai bagian dari proses perbaikan layanan, termasuk dalam persoalan beasiswa yang sempat menjadi sorotan.
“Mereka tetap bisa menerima kami untuk memberikan penjelasan. Dan pertemuan hari ini bagian daripada pertemuan yang lalu, berkaitan dengan beasiswa yang mungkin masih separuh diterima oleh adik-adik mahasiswa dan pelajar yang lain,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa pencairan beasiswa tahap kedua terus berjalan dan menunjukkan progres yang menggembirakan. Sebagian besar mahasiswa dikabarkan telah menerima hak mereka.
“Alhamdulillah tadi sudah disampaikan, bahwa sampai saat ini sudah ada proses yang berjalan, dan sebagian besar sudah menerima beasiswa tahap kedua ini,” katanya.
Menurut Taufik, aksi mahasiswa tidak dipandang sebagai bentuk penolakan, tetapi justru menjadi pemicu bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik. Kritik dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
“Namanya mahasiswa ya kita support saja apa yang disampaikan. Artinya ada kondisi yang memang perlu dorongan penguatan. Itu sangat positif sekali,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa desakan dan aspirasi mahasiswa memberi dorongan tersendiri bagi pemerintah untuk mempercepat pelayanan, terutama layanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Dengan adanya aksi-aksi mahasiswa ini, hal yang positif bagi kami karena memberi dorongan penguatan untuk percepatannya memberikan pelayanan,” ujarnya.
Soal kuota beasiswa untuk tahun berikutnya, Taufik menegaskan bahwa penentuannya tetap mengacu pada kuota berjalan. Namun, peluang peningkatan masih terbuka sambil menunggu kebijakan Bupati.
“Yang jelas kita melihat kuota yang ada. Kuota yang ada itu yang sesuai dengan tahun ini, itu bagi dasarnya. Dan mudah-mudahan kalau dalam proses perkembangan kebijakan Bupati sesuai visi misinya, mungkin mudah-mudahan lebih dari itu. Insya Allah,” tutupnya. (Fk)







