Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.

DPRD Samarinda Desak Pemasangan CCTV di Jembatan Achmad Amins

DIALOGIS.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendesak pemerintah kota memasang kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di sejumlah titik rawan di Jembatan Achmad Amins untuk mencegah pencurian kabel dan perusakan fasilitas umum terulang.

Desakan tersebut muncul setelah sistem penerangan jembatan yang sebelumnya padam selama berminggu-minggu kembali berfungsi usai pemerintah menyelesaikan perbaikan jaringan kabel yang hilang akibat dugaan pencurian.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pemasangan CCTV perlu menjadi bagian dari upaya pengamanan aset daerah, terutama setelah pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memulihkan fasilitas penerangan di jembatan yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan pusat kota tersebut.

“Jangan sampai kita kembali kecolongan setelah mengeluarkan anggaran hampir Rp1 miliar. CCTV perlu dipasang di titik rawan agar fasilitas ini lebih terjaga,” kata Deni Senin (12/10/2026).

Menurut Deni, kamera pengawas dapat membantu memantau aktivitas di sekitar jembatan sekaligus menyediakan rekaman yang dapat digunakan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi pelaku apabila terjadi pencurian atau perusakan.

Ia menilai pengamanan perlu diperkuat agar fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali menjadi sasaran pencurian. Dengan begitu, pemerintah dapat mengurangi risiko pengeluaran anggaran berulang untuk menangani kerusakan serupa.

Sebelumnya, penerangan Jembatan Achmad Amins mengalami gangguan setelah instalasi kabel di dalam tiang lampu dan boks panel listrik dilaporkan hilang. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan jembatan gelap pada malam hari.

Pemerintah Kota Samarinda melalui dinas terkait kemudian melakukan rehabilitasi sejak awal September 2026. Pekerjaan dengan nilai kontrak sekitar Rp949 juta itu mencakup pemulihan 59 titik tiang lampu dan penggantian 60 unit lampu baru berdaya 120 watt.

Deni mengapresiasi selesainya perbaikan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa pemulihan penerangan perlu disertai pemeliharaan dan pengawasan berkala, termasuk terhadap instalasi kabel, panel kontrol, serta perangkat kelistrikan lainnya.

Ia juga menekankan bahwa penerangan jembatan berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan. Kondisi gelap pada malam hari dapat mengurangi jarak pandang pengendara dan menyulitkan mereka mengamati kondisi jalan.

“Penerangan jembatan menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jika kondisi gelap, pengendara akan kesulitan melihat kondisi jalan dengan jelas,” ujarnya.

Karena itu, Deni meminta pemerintah memastikan seluruh lampu berfungsi optimal sekaligus memperkuat sistem pengamanan agar fasilitas publik di Jembatan Achmad Amins tetap terjaga dan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat. (Adv/ml)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post