DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) untuk memperluas keterampilan anggota Pramuka dalam bidang teknologi komunikasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kukar tersebut melibatkan 40 peserta dari 20 kwartir ranting (Kwarran).
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, menjelaskan JOTA-JOTI merupakan program kerja tahunan bidang kepramukaan yang pelaksanaannya berlangsung secara serentak di berbagai tingkatan, mulai dari nasional hingga kabupaten.
“JOTA-JOTI tahun 2026 ini merupakan salah satu program kerja kami di bidang kepramukaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan berlangsung secara serentak pada 16 sampai 18 Oktober, baik di tingkat nasional, daerah maupun kabupaten,” ujar Nopan, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, Dispora Kukar memfasilitasi 40 peserta dengan melibatkan perwakilan dari 20 Kwarran.
Pada awalnya, setiap Kwarran direncanakan mengirimkan dua peserta. Namun, jumlah peserta yang dikirimkan masing-masing Kwarran bervariasi, mulai dari satu hingga tiga orang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti pertemuan Pramuka, tetapi juga mendapatkan kesempatan mempelajari penggunaan teknologi komunikasi yang menjadi bagian dari pelaksanaan JOTA-JOTI.
“Dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pembelajaran dari kakak-kakak pelatih mengenai cara memanfaatkan teknologi komunikasi. Khusus JOTI, mereka belajar menggunakan jaringan internet untuk berkomunikasi dengan anggota Pramuka dari daerah lain melalui fasilitas dan tautan yang disediakan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, perangkat seperti telepon seluler, Chromebook, dan laptop dapat digunakan untuk mendukung kegiatan JOTI.
Melalui pendampingan pelatih, peserta diharapkan memahami cara menggunakan perangkat tersebut untuk berinteraksi dengan sesama anggota Pramuka di berbagai wilayah.
Sementara itu, untuk kegiatan JOTA, peserta diperkenalkan dengan penggunaan perangkat radio amatir.
Dispora Kukar bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kukar untuk memberikan pendampingan mengenai penggunaan peralatan dan tata cara komunikasi melalui radio.
“Untuk JOTA, kami bekerja sama dengan ORARI Lokal Kukar. Mereka membantu memberikan pemahaman kepada peserta tentang penggunaan perangkat radio, bagaimana cara berkomunikasi, serta hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan fasilitas komunikasi radio,” katanya.
Nopan menerangkan, JOTA-JOTI juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berkomunikasi dengan anggota Pramuka dari wilayah lain, bahkan berpotensi menjangkau peserta dari luar negeri.
Namun, komunikasi lintas negara tersebut turut bergantung pada kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
“Kegiatan ini memungkinkan peserta berkomunikasi dengan Pramuka dari daerah lain. Bahkan, peluang untuk terhubung dengan peserta dari luar negeri juga terbuka apabila mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai. Jadi, mereka tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga bisa memperluas pergaulan dan pengalaman dalam kegiatan kepramukaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, JOTA-JOTI merupakan kegiatan kepanduan berskala global yang diinisiasi oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM).
Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengenal pola komunikasi dan perkembangan teknologi yang digunakan dalam jaringan kepanduan dunia.
Lebih lanjut, Nopan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan tidak berhenti pada pengalaman pribadi.
Peserta diharapkan dapat membagikan kembali keterampilan tersebut kepada anggota Pramuka lain di kwartir ranting masing-masing.
“Harapan kami, setelah mengikuti JOTA-JOTI, peserta bisa membawa pulang pengetahuan yang mereka dapatkan dan membagikannya kepada anggota Pramuka lainnya di Kwarran masing-masing. Dengan begitu, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh 40 peserta, tetapi juga bisa diteruskan kepada anggota Pramuka yang lain,” tegasnya.
Menurut Nopan, pengembangan keterampilan kepramukaan perlu mengikuti perkembangan zaman.
Pembinaan Pramuka tidak hanya berfokus pada kegiatan perkemahan, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi anggota untuk mempelajari teknologi komunikasi dan keterampilan lain yang dapat diterapkan dalam kegiatan di wilayah masing-masing.
“Pramuka tidak hanya belajar melalui kegiatan perkemahan. Mereka juga perlu dibekali kemampuan lain, termasuk memanfaatkan perangkat teknologi seperti HP, Chromebook, laptop, hingga radio komunikasi. Kami berharap ilmu yang diperoleh di sini bisa dipraktikkan dan dikembangkan di kwartir ranting masing-masing,” pungkasnya. (Adv/fk)







