DIALOGIS.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti kebutuhan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda untuk mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkotika, terutama kegiatan edukasi masyarakat dan penyediaan perlengkapan pemeriksaan urine.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai program pencegahan perlu ditunjang pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Menurutnya, keterbatasan anggaran dapat menjadi tantangan bagi BNN dalam menjalankan kegiatan edukasi dan pemeriksaan di masyarakat.
“Anggarannya kecil tapi harapannya terlalu besar,” kata Sri Puji Kamis (15/10/26).
Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan yang perlu diperhitungkan ialah ketersediaan cartridge atau komponen pendukung untuk pemeriksaan urine dengan tujuh parameter.
Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan operasional pemeriksaan yang perlu didukung anggaran memadai.
Selain pemeriksaan, Sri Puji menyoroti pentingnya pembiayaan sosialisasi bahaya narkotika agar informasi pencegahan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, edukasi perlu dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga lembaga lainnya.
Dengan jangkauan yang lebih luas, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan pentingnya upaya pencegahan.
“Misalnya saja dengan mengadakan, membeli cartridge-nya atau membeli alat ukurnya untuk pemeriksaan tujuh parameter tadi. Jadi, banyak hal. Misalnya kita melaksanakan sosialisasi kan perlu anggaran juga. Sosialisasi kepada masyarakat mulai dari tingkat RT sampai ke lembaga-lembaga lainnya,” tuturnya.
Sri Puji menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya melalui imbauan. Program tersebut perlu didukung sarana pemeriksaan dan kegiatan edukasi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia meminta kebutuhan operasional BNN menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran ke depan. Perencanaan pembiayaan, menurutnya, perlu disusun secara jelas agar program pencegahan dapat dilaksanakan sesuai sasaran.
“Ini perlu perhatian dan harus perhatiannya seperti apa? Tadi menganggarkan. Anggarannya apa? Untuk pencegahan,” ujarnya.
Ia berharap alokasi anggaran untuk perlengkapan pemeriksaan dan sosialisasi masyarakat dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dukungan tersebut diharapkan membantu BNN Kota Samarinda menjalankan program pencegahan secara lebih optimal. (Adv/ml)







