Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan.

Blue Bird Berencana Masuk Samarinda, DPRD Minta Angkot Lokal Dibenahi

DIALOGIS.CO, SAMARINDA — Rencana masuknya taksi berargo dari Grup Blue Bird ke Samarinda mendorong DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah kota menyiapkan penataan transportasi yang memperhatikan keberlangsungan angkutan lokal. Pembenahan dinilai perlu agar persaingan dengan operator baru tidak semakin menekan penghasilan pengemudi angkutan kota (angkot).

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan kehadiran operator transportasi baru berpotensi meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Namun, pemerintah perlu mengkaji dampaknya terhadap angkot dan angkutan sewa khusus (ASK) berbasis aplikasi yang telah beroperasi di Samarinda.

“Pada prinsipnya, kami terbuka terhadap investasi. Namun, pemerintah harus tetap mengutamakan pengusaha dan kendaraan lokal yang sudah berjuang selama ini,” ujar Viktor, Kamis (8/10/2026).

Menurut Viktor, angkot di Samarinda masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya biaya operasional hingga berkurangnya jumlah penumpang akibat pergeseran pilihan masyarakat ke transportasi berbasis aplikasi. Di sisi lain, sebagian armada angkot juga dinilai sudah berusia tua sehingga membutuhkan peremajaan.

Kondisi tersebut membuat pengemudi angkot harus menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mempertahankan pendapatan. Karena itu, Viktor menilai pemerintah perlu menyusun langkah pembenahan transportasi lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan layanan angkutan modern.

Salah satu upaya yang disarankannya ialah mempelajari pengelolaan angkutan di Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut dia, penataan angkot melalui peremajaan armada dan pengaturan operasional dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkot Samarinda.

“Di Bogor, angkot tidak langsung dihilangkan, tetapi dibenahi melalui peremajaan armada dan pengaturan sistem operasional. Pola seperti ini perlu menjadi perhatian Pemkot Samarinda,” katanya.

Viktor menyebut pembenahan angkot dapat mencakup peremajaan kendaraan, penataan rute dan koridor, serta perbaikan manajemen operasional. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga agar angkot tetap mampu bersaing.

Ia menegaskan, rencana masuknya operator baru perlu diiringi kebijakan transportasi yang mempertimbangkan kebutuhan penumpang dan keberlangsungan pelaku usaha lokal. Dengan penataan yang tepat, peningkatan layanan transportasi di Samarinda diharapkan tidak mengabaikan angkutan yang selama ini melayani masyarakat. (Adv/ml) 

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post