DIALOGIS.CO, SAMARINDA — Kontribusi sektor perhotelan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda pada 2026 disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda memperluas promosi untuk menarik lebih banyak tamu, khususnya dari luar daerah.
Helmi menyampaikan hal itu usai menghadiri pelantikan pengurus PHRI Samarinda di Hotel Five Premier Samarinda, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, promosi yang lebih luas diperlukan untuk membantu meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan kembali aktivitas usaha perhotelan dan restoran.
Ia menilai, sektor perhotelan menghadapi tantangan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak terhadap aktivitas usaha. Karena itu, pengurus PHRI yang baru diharapkan mampu menyusun langkah konkret untuk memperkenalkan hotel-hotel di Samarinda kepada calon pengunjung dari berbagai daerah.
Menurut Helmi, promosi tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pemerintah. Pelaku industri perhotelan juga perlu mengembangkan upaya pemasaran secara mandiri agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Jadi, dengan adanya itu saya yakin target pendapatan untuk PHRI, khususnya hotel dan restoran, akan meningkat,” ujar Helmi.
Selain promosi, Helmi mendorong penguatan kerja sama antara PHRI dan Pemerintah Kota Samarinda. Ia berharap kegiatan pemerintahan dapat turut menggerakkan usaha perhotelan lokal melalui pemanfaatan fasilitas hotel untuk berbagai agenda resmi.
“Kalau kegiatan-kegiatan dari pemerintah itu nanti pastilah akan banyak melibatkan hotel-hotel yang ada di Kota Samarinda. Nah, itu target kita,” katanya.
Helmi menilai, peningkatan aktivitas perhotelan juga berpotensi memberikan dampak terhadap usaha lain, terutama restoran dan layanan pendukung. Dengan demikian, upaya meningkatkan kunjungan tamu diharapkan tidak hanya menguntungkan pengelola hotel, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di sektor terkait.
Di sisi lain, ia menyoroti peluang penyerapan tenaga kerja seiring bertambahnya jumlah hotel di Samarinda. Helmi meminta pengelola hotel memberi kesempatan kepada masyarakat lokal, khususnya generasi muda, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.
Menurutnya, setiap hotel berpotensi menyerap sekitar 10 hingga 20 pekerja. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat lokal juga perlu meningkatkan kompetensi agar memiliki peluang menempati posisi yang lebih beragam, termasuk jabatan strategis.
Helmi berharap perluasan promosi, peningkatan kunjungan, dan perekrutan tenaga kerja lokal dapat berjalan beriringan sehingga industri perhotelan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian dan pendapatan daerah. (Adv/ml)







