DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Timur (Kutim) menetapkan sektor jalan lingkungan dan drainase sebagai prioritas utama dalam program pembangunan permukiman tahun 2025. Keputusan ini didasarkan pada tingginya kebutuhan masyarakat serta kondisi infrastruktur dasar yang harus segera ditingkatkan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Kutim, Asran Lode, mengatakan bahwa berbagai aduan masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan dasar permukiman masih menjadi persoalan utama.
“Sebagian besar laporan masyarakat terkait kondisi jalan dan drainase. Karena itu, kedua pekerjaan ini kami jadikan prioritas tertinggi,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan APBD 2025, Disperkim mengelola anggaran sekitar Rp 1,3 triliun. Dari total tersebut, lebih dari Rp 400 miliar dialokasikan untuk pelunasan pekerjaan tahun sebelumnya. Sementara itu, anggaran fisik murni digunakan untuk pembangunan di 18 kecamatan.
Progres pelaksanaan pekerjaan fisik mencapai 46 persen. Disperkim menyebut angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan berada pada jalur yang tepat. Meskipun demikian, masih diperlukan percepatan agar target akhir tahun dapat dicapai.
Hambatan seperti cuaca dan keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi tantangan tersendiri. Beberapa pekerjaan yang seharusnya dimulai lebih awal baru bisa berjalan setelah pencairan anggaran. Kondisi ini menyebabkan durasi pelaksanaan menjadi lebih pendek dari yang direncanakan.
Asran menuturkan bahwa tim pelaksana tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh kegiatan tanpa mengurangi kualitas.
Pengawasan intensif diterapkan, khususnya pada sektor drainase dan perbaikan jalan yang memerlukan ketahanan jangka panjang.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” jelasnya.
Pemerintah berharap kehadiran program ini mampu memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat serta memperbaiki lingkungan permukiman agar lebih sehat dan tertata. Sinergi seluruh pihak dinilai penting untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tahun ini.(ADV)







